Sampah merupakan sesuatu yang telah
di buang dan mungkin sudah tidak bisa lagi untuk dimanfaatkan kembali. Sampah
terbagi atas dua yaitu :
- Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang bisa
mengalami pelapukan dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau
atau yang sering di sebut kompos. Yang termasuk sampah organik yaitu : sampah
dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain ketas, karet dan plastik),
tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting.
Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia,
hewan, maupun tumbuhan. Sampah organik dibagi menjadi :
·
Sampah organik basah.
Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai
kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.
·
Sampah organik kering.
Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah
bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di
antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.
·
Pengomposan Menggunakan Drum Plastik
Pengomposan menggunakan drum plastik sangat cocok diterapkan
untuk mengolah sampah rumah tangga.
Ø Bahan Dan Peralatan Yang Digunakan
1.
Ember atau drum plastik yang telah
dimodifikasi (dibuat berlubang) dengan kapasitas minimum 100 kg.
2.
Bioaktivator cair (metode aerob)
atau bioaktivator padat (metode anaerob).
3.
Bahan baku sampah organik (hindari
daging, tulang, duri ikan, sisa makanan berlemak, susu, kotoran anjing, kucing,
dan babi).
Ø Cara Membuat
1.
Cacah bahan baku hingga berukuran
2-5 cm.
2.
Taburkan bioktivator OrgaDec 0,5% ke
atas bahan baku, aduk hingga tercampur rata.
3.
Siram dengan air hingga diperoleh
kelembapan yang diinginkan (50-60%), langsung masukkan ke dalam drum plastik.
4.
Inkubasi selama 1-2 minggu,
tergantung dari bahan bakunya.
5.
Pada hari ketiga atau hari kedelapan
perlu dilakukan pengadukan atau pembalikkan secara manual agar aerasi di dalam
drum berlangsung baik.
- Sampah Anorganik (Non-Organik)
Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri
dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya
membutuhkan waktu yang sangat lama. Yang termasuk sampah anorganik yaitu : potongan-potongan
/ pelat-pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecahan-pecahan gelas,
tulang-belulang, kaleng bekas, botol bekas, bahkan kertas, dan lain-lain.
Karena sampah anorganik tidak dapat terdegradasi
secara alami, maka dengan kreativitas masyarakat sampah jenis ini dapat didaur
ulang untuk beragam kebutuhan. Ini beberapa sampah yang bias dimanfaatkan :
·
Sampah kertas
Sampah kertas bisa dikumpulkan menjadi satu bagian yang
dipisahkan dari sampah lainnya. Kumpulan sampah kertas bisa dibuat berbagai
macam jenis kerajinan tangan, seperti topeng, patung, dan kertas daur ulang.
Nilai jual sampah kertas daur ulang jauh lebih tinggi dari sekadar sampah
kertas biasa. Kertas daur ulang bisa dijual ke pengrajin sebagai bahan pembuat
kerajinan tangan, atau Anda sendiri yang membuat karya seni yang menghasilkan.
·
Sampah kaleng
Perlakuan kaleng bekas tergantung jenis kegunaan wadahnya.
Kaleng bekas wadah makanan memiliki tutup yang cenderung tajam, sebaiknya
bagian itu dimasukkan ke arah dalam, lalu digepengkan untuk menghemat ruang di
tempat sampah. Kaleng cat harus dibersihkan dari sisa-sisa catnya dengan kertas
koran dan biarkan kering, kemudian digepengkan. Kertas kaleng minyak goreng
juga begitu. Kaleng yang mengandung aerosol, seperti parfum dan cat semprot
harus ditangani hati-hati, jangan ditusuk atau digepengkan. Untuk kaleng drum
bisa dimanfaatkan sebagai tempat sampah atau pot.
·
Sampah botol
Botol beling memiliki nilai tinggi, apalagi masih utuh. Jika
sudah tidak utuh akan didaur ulang lagi bersama dengan berbagai jenis kaca
lainnya untuk dicetak menjadi botol baru. Harga sampah botol bekas minuman
lebih rendah karena bentuknya khusus sehingga pembelinya terbatas perusahaan
minuman itu. Botol kecap lebih mahal karena banyak produk yang bisa dikemas
dengan botol itu. Usaha botol bekas juga memberi peluang kerja bagi ibu-ibu
sebagai pencuci botol.
·
Sampah plastik
Saat ini sudah banyak kerajinan yang dibuat dengan bahan
dasar sampah plastik seperti tas, dompet, cover meja, dan tempat tisu.
·
Sampah B3 (limbah berbahaya dan
beracun)
Limbah B3 ternyata bisa menghasilkan uang. Cairan cuci cetak
film (fixer), bisa menghasilkan perak murni. Memang diperlukan pengetahuan
proses kimia yang memadai karena melibatkan bahan-bahan kimia yang berbahaya
dan beracun.
·
Sampah kain
Sampah kain bisa digunakan untuk cuci motor atau sebagai
bahan baku kerajinan. Pakaian yang sudah tidak terpakai, tapi masih layak pakai
bisa disumbangkan kepada yang membutuhkan, atau dijual dengan harga miring.
Sisa kain atau kain perca juga dimanfaatkan untuk banyak aplikasi bisa selimut,
tutup dispenser, magic jar, dan lainnya.
siklus pengolahan sampa







